Untuk memenuhi kebutuhan hidup, individu-individu memerlukan komunikasi dan pergaulan yang dapat disebut juga sebagai hidup bermasyarakat.

Pergaulan yang ditimbulkan oleh interaksi tiga unsur anggota masyarakat kampus (mahasiswa, dosen, dan pegawai) membuahkan tiga macam hubungan. Ketiga bentuk pergaulan (antarhubungan) tersebut mencakup: mahasiswa dengan dosen, mahasiswa dengan tenaga administrasi, dan mahasiswa dengan mahasiswa. Demi terjaminnya pergaulan dalam masyarakat kampus secara harmonis, maka tata krama pergaulan yang berlandaskan Pancasila dan moral keagamaan perlu ditegakkan. Berikut ini akan disajikan secara ringkas ketiga macam pergaulan yang terjadi di kampus pada umumnya.

Mahasiswa-Dosen

Tata krama pergaulan di kampus pada dasarnya mengacu kepada tercapainya kelan­caran proses belajar-mengajar yang menunjang penyelesaian program studi serta tercapai­nya situasi sosial yang ada di kampus. Tata krama pergaulan tersebut meliputi: Mahasiswa hadir di ruang kuliah tepat pada waktunya serta mengikuti perkuliahan dengan aktif dan tertib; menjaga sikap duduk yang sopan, misalnya tidak meletakkan kaki di atas tempat du­duk serta melepas sepatu; dengan sopan membuat perjanjian dengan dosen dalam rangka pe­nyelesaian tugas yang harus digarap oleh mahasiswa; dan berlaku jujur serta mentaati per­aturan-peraturan yang berlaku selama mengikuti ujian.

Mahasiswa-Pelaksana Administrasi

Kegiatan perkuliahan selain melibatkan aspek akademis juga menyangkut aspek ad­ministratif. Kegiatan administratif ini adalah semua kegiatan yang menggunakan pelayan­an pelaksana administrasi, misalnya mendaftar/merekam program studi, merekam nilai de­ngan komputer, dan mengisi transkip dan ijasah. Mengingat penyelesaian kegiatan tersebut di kerjakan oleh tenaga manusia yang memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga dapat menimbulkan berbagai masalah yang tidak diinginkan. Untuk mengantisipasi masalah dan demi tercapainya kelancaran proses studi, maka diharapkan mahasiswa bersikap sesuai de­ngan tata krama yang berlaku agar kedua belah pihak merasa puas dan merasa dihargai. Ma­hasiswa memperoleh layanan yang diperlukan sedangkan tenaga administrasi dapat mem­berikan layanan yang sebaik-baiknya.

Mahasiswa-mahasiswa

Dalam kenyataan, selama melakukan kegiatan perkuliahan, mahasiswa banyak ber­ko­munikasi dan bergaul dengan sesama mahasiswa baik dari bidang studi yang sama ataupun dari bidang studi yang berbeda. Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diingin­kan, sebagai akibat dari kontak pergaulan tersebut, maka seorang mahasiswa harus tahu diri, peka, dan tenggang rasa. Tata krama yang perlu diperhatikan misalnya: cara berdandan, meminjam buku atau barang-barang, belajar bersama, merokok dalam kelompok mahasis­wa, dan lain sebagainya. Selama mengikuti perkuliahan sebaiknya mahasiswa saling menghargai diantara sesamanya agar kuliah berjalan dengan lancar dan tertib dengan menghindari terlalu banyak bertanya dan gaduh; dan apabila seorang meminjam buku temannya diharapkan buku tersebut dikembalikan dalam keadaan baik dan tepat pada waktunya.